2 Kali mediasi Nihil, kades Ranuklindungan di duga kuat atas penipuan dan penggelepan oleh pekerja proyek desa, LBH PELOPOR akan Melaporkan ke APH

Pasuruan,MN CAKRAWALA – Kepala Desa Ranuklindungan, Kec. Grati, Kab. Pasuruan, YS, nampaknya bakal menghadapi tuntutan hukum. Lantaran diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan berkedok pekerjaan proyek ini juga dilakukan terhadap Pekerja Proyek Yang tengah Menjalani pembangunan Pavingnasi (02/08/2022)

Dugaan kasus penipuan dan penggelapan dengan modus pemberian pekerjaan proyek desa.padahal uang anggaran desa sudah tercairkan Cermin pertama oleh bendahara pada bulan Mei kemaren dan sudah di serahkan kepada pak kades.

Angga E.P,.SH Devisi Hukum LBH PELOPOR dan Rahmad KH.U ketua dari LBH PELOPOR Kab.Pasuruan, Sebagai kuasa hukum Nur salim, yang menjadi korban penipuan YS, ini pernah melakukan dua kali Bermediasi di ruang camat adapun yang menghadiri dalam mediasi tersebut Muspika Grati,Team LBH PELOPOR. Dan telah menyepakati bahwa kesepakatan dalam mediasi itu sudah clear dan berjanji akan membayarkan seluruh kerugian kepada pelaksana dengan Nominal Rp.60juta namun pada pertemuan kedua hasil nya Nihil.

Pihak camat juga membenarkan
Perkara tersebut, berdasarkan pengakuan dari pak kades Ranuklindungan yang intinya akan bertangungjawab kepada Nur Salim dan melakukan kesepakatan bersama di tulis dengan surat pernyataan olehnya.

Kepada Nur salim, Si kades menawarkan sejumlah pekerjaan proyek yang didanai dari APBD Ranuklindungan melalui kegiatan belanja Bantuan Keuangan Desa, berupa pekerjaan jalan paving pembangunan jalan usaha tani (urug ) dan pemasangan Paving yang nilai proyeknya Ratusan Juta.

Waktu itu, si kades menawarkan dua pekerjaan proyek dengan nilai keseluruhan hampir ratusan juta rupiah

Untuk mendapatkan proyek tersebut Si kades meminta Pekerja,Nursalim terlebih dulu untuk segera di bangun terlebih dahulu.

Namun setelah ditunggu sampai dengan pertengahan tahun 2022 pihak kades tidak memberikan uang anggaran tersebut proyek kepada Pekerja nya.

Dikatakan Angga, pihaknya selaku kuasa hukum korban telah melakukan dua kali mediasi, tapi belum ada penyelesaian. Selanjutnya, kata angga, pihaknya akan melaporkan kasus tersebut ke pihak Polres Pasuruan kota Dan Polda jatim. Bersambung

(aly/fendik)

error: