Mantan Sekdes Buka Suara Terkait SPJ, Akankah Bermuara di Meja Hijau?

Pasuruan,MN CAKRAWALA – Terkait dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) mantan Sekertaris Desa (Sekdes) memaparkan ke awak Media Cakrawala terkait pemotongan uang Rp100 juta yang di lakukan oleh kepala Desa Gajahrejo, sewaktu pengambilan uang angaran ADD di salah satu Bank pemerintah berjumlah Rp 300 juta Kini jadi ber buntut panjang.

“penerimaan uang tersebut di saksikan oleh bendahara Desa Ujar mantan juga, ADD tersebut di alokasikan ke pembangunan , pembuatan tandon air bersi di Dusun Jegrong, senilai Rp 100 juta. pembangunan gedung GOR angaran RP 600 JUTA , Wahana water park Rp 57 juta. dan RP. 24 juta buat embong serta Jembatan di Dusun Bakalan kurang lebih Rp 50 juta,” ujar Hari

Bacaan Lainnya

Beberapa titik anggaran tersebut yang di duga kuat di korupsi oleh oknum-oknum yang terlibat dalam pembangunan teraebut.

Hari juga menambahkan serta mengakui kalau SPJ tahun 2017, 2018, 2019 memalsukan atau manipulasi data yang tidak sesuai fakta lapangan di masing-masing pekerjaan, itu pun permintaan dari Kepala Desa Gajahrejo.

Itupun di kuatkan dan benarkan dengan Copy an percakapan Whatsaap antara Hari dengan Kades.

Perlu di ketahui bahwa tindak pidana yang menyalagunakan jabatan tentang pengelolaan ADD untuk memper kaya diri sendiri tidak di benarkan, dalam UU Republik Indonesia nomer 51 tahun1999 Jo UU nomer 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 41 praturan pemerinta (PP) NOMER 71 tahun 2000 pasal 2.

(Bersambung) salam ,

Pos terkait