Demi Mendukung Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PLIM) Kabupaten Jember, Bersinergi Dengan Semua Pihak

  • Whatsapp

Jember, MN Cakrawala – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, di Nobatkan Sebagai Bunda Literasi Peningkatan Indeks Masyarakat Jember, Yang diselenggarakan Hotel Rembangan, Kamis 28/10/21

Demi mendukung cita-cita perpustakaan mewujudkan kesejahteraan masyarakat lewat literasi, perpustakaan sudah seharusnya menjadi ruang ide, gagasan, kreativitas dan inovasi, serta wisata dan edukasi.

Bacaan Lainnya

Hal itu yang disampaikan oleh Diputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan nasional Drs. Deni Kurniadi, M. Hum saat gelaran talk show Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM) di Kabupaten Jember.

Harapan dan cita-cita tersebut akan lebih mudah dicapai jika ada kesamaan persepsi dan sinergi dari semua pihak, mulai dari legislatif, eksekutif, dan akademisi.

“Sinergi seluruh perpustakaan dan berbagai sektor sangat penting,” terang Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Deni Kurniadi.

Langkah sinergi sejauh ini telah dijalani Perpustakaan Nasional dengan berkolaborasi dengan 495 dinas perpustakaan di seluruh Indonesia.

Senada dengan itu, Bupati Kabupaten Jember mengatakan, kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat menjadi bentuk sinergi yang baik karena diharapkan mampu memantik kesadaran semua pihak, dalam mengembangkan perpustakaan di Kabupaten Jember.

“Pemerintah Jember butuh pihak legislatif, eksekutif, akademisi, dan dukungan dari seluruh pihak untuk meningkatkan tingkat kegemaran membaca dan literasi masyarakat,” tutur komisi X bapak Purnamasidi.

Sebagai kabupaten yang berada di Tapal Kuda, Kabupaten Jember memiliki cita-cita masyarakat yang berbudaya baca aktif melalui pemanfaatan perpustakaan. Keberadaan perpustakaan harus benar-benar dimaksimalkan oleh masyarakat sehingga tidak menjadi menara gading.

“Perpustakaan bukan sekedar meningkatkan kecerdasan tetapi sudah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” ujar Hendy.

Pada kesempatan yang sama, Perpusnas menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil perpustakaan keliling dan Pojok Baca Digital (Pocadi) bagi peningkatan budaya baca dan literasi masyarakat Kabupaten Jember

” kami juga dibantu oleh perpustakaan nasional indonesia, yaitu sebuah mobil lewat aspirasi komisi x Purnamasidi, harapan kami kolaborasi ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat jember”. Ujar Hendy siswanto.

Buta aksara di jember masih menjadi prioritas utama karena tingginya angka tersebut kami harap semua pihak bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk miningkatkan budaya menbaca dan bisa mencerdaskan masyarakat jember, agar jember lebih baik lagi dan lebih maju.

“Adanya buta aksara yang masih tinggi dijember, menjadi PR kita semua, dari semua kalangan baik temen legislatis. Pemkab jember serta para jurnalis untuk bisanya mensosialisasikan gemar membaca yang nantinya untuk kesejahteraan masyarakat jember serta untuk peningkataan mutu masyarakat jember dan menjadikan jember lebih baik”. Ungkap Hendy

Pemkab jember akan memberikan program pojok baca di tiap tiap tempat usaha, kuliner dan wisata yang mana bertujuan untuk mencerdaskan masyarakat jember dan meningkatkan budaya membaca sesuai dengan amanat dari UUD dan juga kemajuan kita bersama

” Kami akan menempatkan beberapa persyaratan di tempat wisata dan juga kuliner serta mereka yang akan membuka ijin usaha baru, untuk menempatkan pojok baca di tiap tiap usahanya dan tiap tempat yang ada supaya budaya membaca di jember lebih meningkat”. Ujarnya mengakhiri.( Agus) Share this page to Telegram

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *