Kepala Dinas Koperasi Jember, Mengharap Petani Jagung Bisa Panen 3 kali Setahun

  • Whatsapp

Jember, MN Cakrawala -Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Jember, Arismaya, Dalam Kunjungannya DiDesa Mayangan Kecamatan Gumukmas,kabupaten Jember, hari ini Senin 25/10/21

Pemerintah Daerah Kabupaten Jember, Mengharapkan Petani Jagung Yang Tergabung dalam Koperasi Tani Jember, dapat 3 kali panen jagung dalam Setahun dengan Kualitas yang baik.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Jember berupaya memajukan sektor pertanian, supaya kebutuhan pangan di masyarakat bisa terpenuhi.

Oleh karenanya, Pemkab melalui Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jember mendorong para petani bisa bermitra dengan Perbankan.

Mengingat, Koperasi ini adalah lembaga perjuangan, oleh sebab itu petani harus bisa berkumpul dengan organisasi yang sistematis. Supaya ada kepastian pasarnya.

Demikian dikatakan, Kepala Diskop dan UMKM Jember Arismaya usai acara Panen Jagung dan Penyerahan Bantuan Sarpras tahun 2021 oleh Bupati Jember Bersama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Charles Meeikyansah, Senin (25/10/2021)

Di hamparan Sawah di Dusun Muneng Desa Mayangan Kecamatan Gumukmas Arismaya, menerangkan salah satunya adalah Koperasi Unit Desa (KUD) yang mampu menfasilitasi petani dalam memasarkan hasil panen.

“Asalkan KUD sendiri, sudah memiliki Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sejahtera dan bisa melakukan bisnis usaha itu yang akan kita Backup. Supaya Koperasi melakukan bisnis, setelah bekerja sama dengan pupuk Kaltim,” tambah Aris

Jika petani bisa bergabung dengan Koperasi, Aries, maka mereka akan diberikan bantuan hingga pembinaan, agar hasil produk pertanian lebih optimal. “Kita akan beri pendampingan pemasaran dan bisa pula kami beri permodalan untuk tanam,” jelasnya

Melalui langkah itu, kata Aris diharapkan petani bisa lebih kuat dalam usaha, sehingga harga tanaman yang mereka panen memiliki harga yang stabil dipasaran.

“Kelembagaan Koperasi harus di kembangkan. Supaya petani memiliki nilai tawar di pasar maupun perbankan, jadi petani tidak jalan sendiri-sendiri.” Tandasnya. (Agus) Share this page to Telegram

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *