WARGA MASYARAKAT MENANAM POHON KOPI DILAHAN KOSONG BEKAS PT.KALIJERUK BARU LOKASI AFDELING 3 TETELAN

  • Whatsapp

LUMAJANG, MN Cakrawala-Berdasarkan Kementerian Agraria Dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nsional ,Derektorat Jenderal Penetapan Hak Dan Pendaftaran Tanah (Pusat) Nomor : HT.03/573-400.19/VIII/2020 , Tertanggal 03 Agustus Tahun 2020 dan juga dengan keterangan Inventarisasi Data HGU Jawa Timur bahwa PT.Kalijeruk Baru Tanggal No.SK 17 / HGU/BPN/1992.Aktif Tanggal 14-08-1992 Berakhir Tanggal 28 -02-2018 disinyalir / diduga PT.Kalijeruk Baru tidak memperpanjang kontraknya lagi ke BPN Pusat .

Hari ini Minggu tanggal 20/6/2021 warga masyarakat
tetap melakukan kegiatan menanam pohon kopi di lahan kosong bekas PT.Kalijeruk Baru yang dilantarkan oleh PT tersebut. Aksi warga masyarakat penanaman di lokasi Afdelling 3 Tetelan di Dusun Jabaan Desa Kalipenggung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Read More

PT.Kalijeruk Baru adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan.Perusahaan ini memanfaatkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) dengan luas 1200-an hektare.

Lahan itu berada di tiga (3) desa , yaitu Desa Kalipenggung , Desa Salak dan Desa Ranulogong Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang Jawa Timur . Lahan HGU ini diperuntukannya atau Komuditi utamanya yakni tanaman Kakao , Karet , Kopi dan Holtikultura namun realita di lapangan atau PT.Kalijeruk Baru menyalahi undang undang Nomor 40 Tahun 1996 tenang HGU dan Peruntuannya.Hal ini diperkuat bukti bukti di lapangan banyak tanaman Komuditi utamanya di potong / tebangi dan di alih fungsikan sebagai tanaman Tebu dan juga banyak lahan di lantarkan.

Bapak Paito sebagai pendamping warga masyarakat mengungkapkan kepada Cakrawala.net bahwa kegiatan ini akan dilakukan setiap hari untuk menanam pohon kopi di lahan bekas PT.Kalijeruk Baru yang betul betul dilantarkan , dengan tujuan untuk mencegah banjir apabila dimusim penghujan , mencegah tanah longsor dan melestarikan tanah negara jangan sampai di kosongkan atau dilantarkan “Tegasnya”.

Diimbuhkannya selain itu melestariakan tanah HGU Dan juga mencegah kekurangan sumber mata air karena PT.Kalijeruk Baru sudah melanggar UU No.4 Tahun 1996 terutama Komuditi utama atau tanah HGU ini sudah bukan peruntukannya dialih fungsikan sebagai tanaman tebu “Pungkasnya”.

Dalam pantauan awak media warga masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan selalu memakai masker mematuhi aturan pemerintah.

Mustofa sebagai warga masyarakat kecil yang berdekatan dengan aliran sungai yang berada di sekitar PT.Kalijeruk Baru merasakan dampak banjir kalau waktu musim penghujan itu dirasakan sejak dulu , untuk itu kami sebagai masyarakat mengadakan penanaman pohon kopi ini dengan tujuan penghijauan dilahan kosong yg dilantarkan oleh PT.Kalijeruk Baru “Terang”.

Ditegaskan oleh Bapak Paito masyarakat yang ikut partisipasi harus memakai masker , kita mematuhi proktokol kesehatan “Ungkapnya”.

Semangat / spirit warga masyarakat perlu di apresiasi karena dengan tujuan melestariakan Tanah Negara , dan mencegah bencana alam seperti banjir , tanah longsor dan biar anak cucu kira tidak kekurangan sumber mata air . Semoga Allah SWT meridhoi. perjuangan warga masyarakat Aminn…!

M Hadi / Muksin A Share this page to Telegram

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *