AJIB RESMI MEMILIKI LEGALITAS DAN SAH DI MATA HUKUM

Bondowoso,MN Cakrawala– Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso (AJIB) bukan organisasi abal-abal. Bahkan secara resmi telah memiliki legalitas, sehingga sah di mata hukum dan telah diakui negara.

Hal itu menyusul pasca terbitnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, tentang pengesahan perkumpulan AJIB nomor AHU-0006463.AH.01.07.Tahun 2021 Tanggal 27 April 2021, atas pengajuan notaris Niko Kusuma Wardana, SH, M.Kn.

Arik kurniawan,Pendiri sekaligus Ketua yang juga sebagai Direktur PT. Lensa Nusantara Multimedia mengatakan, AJIB berhak pula melakukan kegiatan apapun asalkan tidak melanggar undang-undang dan Perpu no 2 tahun 2017 tentang sanksi dan pencabutan izin.

“Pemerintah menjamin kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan berpendapat. Sebagai warga negara yang mematuhi undang-undang maka AJIB berpegang pada hukum normatif NKRI. Khususnya tidak berseberangan dengan ideologi dan hukum negara di Indonesia,” imbuhnya.

Dengan begitu pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk membina melainkan juga wajib memfasilitasi laporan masyarakat terkait penyimpangan organisasi ini.

Tasyakuran dan Doa Bersama

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME, Sabtu, (5/6/2021), pendiri, follower, dan anggota AJIB menggelar tasyakuran dan Doa Bersama, dengan protokol kesehatan di Kantor Media Nasional Cakrawala.

Sekaligus di acara itu ditetapkannya hari kelahiran AJIB (Aliansi Jurnalis Independen Bondowoso) pada tanggal 5 Juni 2021.

Tema syukuran di masa prihatin pandemi Covid-19 ini adalah berjuang, berilmu, beramal, menuju khittah jurnalis demi terwujudnya kebebasan pers dan keadilan.

Menurut Imam Imron, Dewan Pengawas AJIB bahwa dunia wartawan atau jurnalis jurnalis melontarkan tantangannya, melainkan begitu besar dan kompleks.

Tak jarang wartawan di lapangan harus menghadapi situasi yang bisa mereduksi idealisme, antara lain tawaran “86” kasus kejahatan, menjadi kasus kejahatan, dan rayuan menggiurkan perempuan umpan bandar narkoba.

Dari situasi seperti itu, AJIB hadir. Sekumpulan tujuan wartawan senasib dan sevisi tujuan dalam AJIB ini memiliki mulia untuk mengembalikan khittah dan marwah jurnalis yang carut marut dan silang sengkarut belakangan ini.

“Ada wartawan berasa penyidik, wartawan berasa LSM, wartawan berasa preman, wartawan berasa aparat, dan banyak lagi. Ujungnya mereka tidak bisa menulis berita dengan baik dan benar. Konyolnya lagi menulis berita hoax,” ujarnya.

AJIB kata Imam, bukan abal-abal. Organisasi ini memiliki visi dan misi yang terprogram dengan baik dan tertata.

Dia sebagai pengawas meminta seluruh program kerja yang dirancang untuk dijalankan, yang paling mendesak adalah mendidik anggotanya memiliki spesifikasi keahlian bidang jurnalistik yang handal dan mahir.

“Bagaimana anggota AJIB memiliki sikap yang beradab, memiliki keterampilan menulis berita dengan baik, memiliki kelayakan untuk mendapat sertifikasi,” tukasnya.

Imam AJIB juga akan menyiapkan anggotanya untuk menjadi layak mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) Dewan Pers dan membantu secara administrasi media untuk terverifikasi.

Dalam acara tasyakuran tersebut dihadiri, para penasehat dan sesepuh AJIB dan anggota sebanyak 35 Wartawan yang tergabung di 25 Media Online, Cetak, dan streaming.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: