Pembelajaran Daring Rugikan Wali Murid & Siswa

Jember,MNCakrawala -UUD RI Tahun1945 Pasal 31 ayat (1) dan (2). Dan juga dalam UU No. 39 Tahun 1999 Tentang HAM Pasal (12) “Setiap orang berhak atas perlindungan bagi pengembangan pribadinya,untuk memperoleh pendidikan, mencerdaskan dirinya, dan meningkatkan kualitas hidupnya agar menjadi manusia yang beriman,bertaqwa,bertanggung jawab,berakhlak mulia,bahagia,dan sejahtera sesuai dengan hak asasi manusia.namun sejak di terbitnya surat edaran Menteri Pendidikan no 4 tahun 2020 yang membuat siswa lembaga pendidikan di wajibkan belajar di rumah atau belajar dengan sistem daring atau online membuat para siswa dan wali murid dirugikan Bapak Triono selaku wali murid di salah satu wali murid Sekolah Dasar Negeri Kab Jember saat di konfirmasi oleh mediacakrawala.net mengatakan””dengan adanya belajar secara online anggaran rumah tangga menjadi membengkak mas karena uang yang seharusnya untuk beli beras jadi berkurang untuk beli kuota internat bahkan bukan itu saja bahkan kalau ada ujian kita harus mengeluarkan anggaran exstra untuk photo copy soal ujian””

memang kegiatan belajar mengajar di dalam situasi pandemi covids-19 di nilai lebih efektif dan efisien akan tetapi apakah Pemerintah juga sudah mengkaji dampak negatifnya bagi wali murid dan siswa itu sendiri padahal dalam situasi Pandemi Covids-19 adalah masa yang sulit untuk mencari penghasilan bagi masyarakat yang tidak mempunyai penghasilan tetap meskipun Pemerintah telah beberapa kali menggelontorkan anggaran dalam bentuk BANSOS (Bantuan Sosial) walaupun tidak semua masyarakat yang kurang mampu mendapatkan anggaran bansos sedangkan dampak negatif psikologis bagi siswa cukup luar biasa,”sejak anak saya tidak masuk sekolah mas saat ini waktunya habis di buat main mulai pagi hingga sore dan begitu seterusnya”Pak Triono Menambahkan,

Tampakya Pemerintah perlu mengevalusi kebijakan belajar secara Daring atau Online karena kegiatan belajar dan mengajar secara online di nilai kurang efektif di bandingkan dengan belajar tatap muka sebab masih banyak daerah daerah terpencil belum terjangkau oleh jaringan internet jika belum ada jaringan internet lantas bagaimana anak anak Indonesia bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar,masyarakat berharap agar Pemerintah mengembalikan pelaksaan belajar mengajar agar dikembalikan semula agar masyarakat tidak perlu beli kuota internet dan psikologi anak bisa kembali normal.

(JOK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: