DIDUGA PT.KALIJERUK BARU MENYALAHI UNDANG UNDANG HGU NO.40 THN 1996 DAN SEBAGAI MAFIA TANAH

  • Whatsapp

LUMAJANG,MN Cakrawala-Langkah Kongkrit Masayarakat yang merasa Bosan dengan PT. Kalijeruk Baru yang tidak bisa menunjukkan Surat Perpanjangan dari BPN Pusat .

Gerakan masyarakat Randuagung, yang berdekatan dengan PT.Kalijeruk Baru memasang banner.

Read More

Pemasangan banner tersebut di depan kantor PT. Kalijeruk Baru yang di duga masa berlaku kontraknya habis pada tanggal 28 Perbruari 2018.

PT kalijeruk baru tidak bisa menunjukkan surat perpanjangan atas kontrak atau sewa yang di keluarkan oleh kementrian / BPN Pusat , atas dasar tersebut masyarakat sekitar melakukan pemasangan benner tentang penyelamatan asset negara.

Dalam kegiatan yang di ikuti oleh massa sekitar PT.Kalijeruk Baru kurang lebih 50 orang diketuai oleh Bapak Nimat Amirullah sebagai wakil masyarakat , dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kegiatan ini dampingi oleh Bapak Paito dari BPAN ( Badan Pemelitian Aset Negara ) DPD Jawa Timur yang bertujuan untuk menyelamatkan aset negera dari Mafia Pertanahan.

Dalam pantauan awak media Bapak Paito (red) menyampaikan bahwa banyak laporan masyarakat yang menyatakan PT. Kalijeruk Baru tidak berkomitmen, banyak tanah yang yang di telantarkan, banyak kayu tegakan dan tanaman pokok / komuditi utama di tebangi, apa tujuan PT, Apa alasan PT, mulai tahun 2018 sudah bertanya berkali kali baik ke BPN maupun ke PT ini tidak pernah menunjukkan Surat Perpanjangannya “Paparnya”.

Dibeberkan juga yang berhak memperpanjang bukan BPN Kabupaten maupun Propinsi tapi yang berhak memperpanjang adalah kementrian BPN Pusat. Dengan tidak bisa menunjukkan surat perpanjangan atas ijin usaha, sehingga kegiatan PT kalijeruk baru selama ini di anggap telah melanggar peraturan pemerintah No. 40 tahun 1996 tentang HGU ( Hak Guna Usaha ), Hak Guna Bangunan dan Hak “Ungkapnya”.

Atas Nama Ketua Perwakilan Masyarakat Sekitar PT Kalijeruk Baru Bapak Nikmat Amirullah Mengungkapkan kepada Cakrawala.net bahwa beliau bertindak mewakili masyarakat yang pada intinya sudah merasa bosan dengan dalam kegiatan ini tidak ada tindak anarkis, kita lakukan dengan damai dan tidak ada pelanggaran protokol kesehatan di masa pandemi. Tujuan kegiatan untuk adalah untuk menyelamatkan aset negera. Penyalahgunaan yang selama ini terjadi jika tidak di hentikan maka akan merugikan masyarakata sekitar PT kalijeruk Baru, apabila terjadi penggundulan lahan atau tidak ditanami jika terjadi longsor dan banjir siapa yang betanggung jawab. Masayarakat sekitar tentu akan rugi “Tukasnya”.

Bapak H.Aji Sudirman Selaku penasehat atas perwakilan masyarakat menekankan bahwa kegiatan ini adalah untuk menyelamatkan masayarakat dari kekeringan dan kekurangan air bila perkebunan melakukan penggundulan atau penanaman yang tidak sesui dengan peruntukan /Komuditi utama yakni tanaman Kakao, Kopi dan Karet juga Holtikultura , karena di lapangan pohon pohon Tegakan dan komuditi utama sudah di tebangi dan beralih fungsi jadi tanaman Tebu “Tuturnya”.

Kegiatan ini berjalan lancar di hadiri oleh Kapolsek Randuagung dan jajarannya, Koramil Randuagung dan jajarannya, Pihak dari Kecamatan Randuagung (Forkopimka) dimana aparat keamanan menekan suasana yang kondusif dan melaksanakan prosedur Protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah, yaitu jaga jarak, memakai masker untuk turut serta dalam penanggulangan penyebaran Covid-19.

Untuk lebih jelasnya simak video berikut ini : https://youtu.be/bClrPRI2Pts

M Hadi / Muksin A

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *