DUGAAN PELANGGARAN SOP SPBU 54.673.12 LUAMAJANG DAN APARAT TUTUP MATA JUGA DIAM SERIBU BAHASA

LUMAJANG,MN CAKRAWALA-Praktek praktek nakal terus terjadi dilingkungan SPBU, meski pertamina sudah membuat berbagai aturan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, fakta dilapangan terlihat nyata dan fulgar para tengkulak BBM ini bebas ulang alik ke Pom Bensin yang satu ini hari tanggal 16 /5 / 2021

Hasil pantauan tim investagasi di SPBU 54.673.12 yang berlokasi di jalan raya Moch.Hatta Desa Selokbesuki Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang Jawa Timur, para tengkulak BBM jenis Pertamax ini bebas melakukan transaksi jual beli.

Kondisi ini tentu sangat tidak sehat, mereka antri berjubel di lokasi untuk menunggu antrian, sedangkan oknum petugas SPBU melayani para pemburu rupiah ini tanpa rasa bersalah dan praktek ini terus berjalan tanpa adanya teguran dari pengelola/pengawas SPBU.

Warga masyarakat yang datang dari berbagai sudut desa ini tidak tahu bahaya yang ada di depannya, mereka hanya berfikir bagaimana bisa memberi makan keluarganya, mereka tidak berfikir lagi tentang keselamatan dirinya, pihak SPBU seakan tutup mata, mereka hanya ingin dagangannya segera habis, tentu suatu keadaan yang sangat memprihatinkan.

Keadaan ini sangat bertentangan dengan statement pertamina yang melarang konsumen membeli BBM di SPBU dengan maksud dijual kembali, larangan tersebut tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2021 tentang minyak dan gas (Migas).

“Masyarakat tidak boleh membeli BBM jenis apapun untuk di jual kembali sudah diatur oleh undang-undang jelas Eksekutif Pertamina Retail IV, wilayah Kalimantan Barat Benny Hutagaol di tulis Antara,” .

Benny mengatakan siapa saja yang memperjualbelikan kembali BBM tersebut melanggar aturan niaga BBM, pasal 53 UU Nomor 22 tahun 2021 tentang Migas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal 30 miliar.

Pantauan awak media di SPBU 54.673.12 pada Minggu 16 /5/2021 sekitar pukul 15.26 wib ada dugaan pelanggaran yang di lakukan oleh pemilik juga operator SPBU tersebut, dimana penjualan BBM jenis pertamax di duga tidak sesuai dengan SOP, penjualan terkesan tersetruktur rapi dimana pelanggan dengan bebas bisa membeli BBM Jenis pertamax bahkan ber ulang-ulang. Setelah di sedot dimasukkan ke dalam jerigent kemudian para tengkulak masuk dan antri kembali untuk mendapatkan BBM dengan jenis yang sama yaitu petamax.

Sesuai aturan yg ada, BBM jenis pertamax hanya diperuntukKan untuk umum dan tdk boleh di perjualbelikan. Dari kejadian ini awak Media coba mengkonfirmasi kepada pemilik SPBU atau pengawasnya namun tidak ada ditempat.

Diatur Dalam Pasal 18 ayat (2) dan (3) Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak berbunyi: Badan Usaha dan atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan dan/atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM Tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Badan Usaha dan/atau masyarakat yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dari fakta-fakta di lapangan ternyata masih banyak dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pihak SPBU. Seperti apa pengawasan dari pihak pertamina maupun dari pihak Haswana migas selaku pihak yang memonitoring di lapangan tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi publik
Sehingga dugaan pelanggaran- pelanggaran yang dilakukan oleh pihak SPBU maupun para tengkulak ini tidak terjadi lagi

M Hadi / Muksin A

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: