APEL KESIAPAN PENGAMANAN HARI RAYA IDUL FITRI SATGAS KEAMANAN DESA (SKD) KABUPATEN LUMAJANG RAYON UTARA

LUMAJANG,MN Cakrawala-Demi mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dan aman dari penyebaran Covid-19, hari ini tanggal 6 Mei 2021 Polres Lumajang bersama Dandim 0821 Lumajang menggelar Apel Kesiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H bersama Satuan Keamanan Desa Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Kegiatan apel digelar di Stadion Klakah, Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang, dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si dengan Komandan Apel Kapolsek Randuagung IPTU Darmanto.
Hadir pula dalam apel kesiapan pengamanan Rari Raya Idul Fitri 1442 H ini, 4 Forkopimka Rayon Utara yaitu, Kecamatan Randuagung ,Kecamatan Klakah, Kecamatan Kedungjajang dan Kecamatan Ranuyoso, Satgas Keamanan Desa, Banser dan SH Teratai.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, hari ini menggelar apel kesiapsigaan khususnya Satgas Keamanan Desa diwilayah Rayon Utara kabupaten Lumajang.
Kapolres menjelaskan, tujuan upacara apel kesiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H untuk Satgas Keamanan Desa ini adalah untuk mensosialisasikan kebijakan pemerintah terkait larangan mudik, kemudian penyekatan perbatasan wilayah, demi menekan penyabaran Covid-19 terhadap pemudik yang datang dari luar kota Lumajang. Maka dengan itu, untuk SKD sangat diharapkan kerjsamanya, bantuannya dan supportnya untuk mendukung TNI Polri dalam mencipatakan kondusifitas di wilayah kabupaten Lumajang.

“Saya harapkan dukungan bantuan kerjasama dari SKD untuk menciptakan kondusifitas wilayah Lumajang, himbau keluarga dan warganya untuk tidak mudik, Lanjut, AKBP Eka, dimana Peran Satgas Keamanan Desa ini sangat penting untuk mendeteksi warganya yang mudik dan telanjur mudik di wilayah kabupaten Lumajang.
“Karena mereka yang tahu siapa yang pulang mereka tahu sehingga peran mereka sangat vital dan sangat dibutuhkan,” Tuturnya”.

Jika ada yang terdeteksi sudah melakukan mudik, agar melakukan test swab/rapid antigen serta isolasi di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah selama 5 hari, jika setelah dinyatakan negatif baru bisa pulang ke rumah.
Terkait pembatasan peegerakan warga sesuai kebijakan Presiden dilaksanakan per wilayah, perbatasan Jateng dan Bali tidak dapat sembarangan keluar masuk, begitu juga di Kabupaten Lumajang.
“Di Jatim telah ditetapkan rayonasisasi, warga Lumajang bisa keluar masuk di wilayah Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi , tidak boleh keluar ke Probolinggo, Malang dan yang boleh hanya mobil Sembako, BBM, Ambulance, Damkar, Dinas Instansi.” terang AKBP Eka Yekti.

Kapolres Lumajang berharap SKD mensosialisasikan apa yang telah disampaikan Kapolres kepada semua warganya sehingga diketahui masyarakat luas.
“Nantinya informasi tersebut dilaporkan dan diberi himbauan untuk melaksanakan tracking kepada masyarakat sudah telanjur mudik,” terangnya. (M. Hadi / Muksin A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: