Keluarga Almarhumah SUPARMI Berharap,Terkait Pelaporan Di Polres Bondowoso Ada Kejelasan Dan Titik Terang

Bondowoso, MN Cakrawala- Meninggalnya Almarhummah Bunda Suparmi (57) pasien Covid-19 pada tanggal 23/2/2021 yang di rawat di dr. RSUD Koesnadi Bondowoso berujung laporan Polisi di Polres Bondowoso Nomor: TBL-B / 51 / II / RES.1.24 / 2021 / RESKRIM / SPKT POLRES BO Tertanggal 24 Februari 2021, dengan kuat dugaan adanya kelalaian pihak rumah sakit (RS) dalam perawatan pasien covid -19.

Aris Sony Prima Yoga (28) anak almarhummah Bunda Suparmi berharap kasus yang ia laporkan kepada Polres Bondowoso segera ada titik terang. “Kami berharap pihak-pihak terkait untuk memberi kejalasan terkait kasus yang saya laporkan ke Polres Bondowoso ini mas.” Singkatnya.

YLBH Abu Nawas pada 17/4/2021 dipercaya oleh keluarga Suparmi untuk menjadi Kuasa Hukumnya atas kasus yang hingga saat ini masih belum ada titik kejalasnnya, Nurul Jamal Habaib, SH., Edy Firman., SH MH., Dan Saiful Rijal, S. Hai. goyang sebagai Advokat yang goyah perkara tersebut.

Advokat kondang Nurul Jamal Habaib, SH. Jelaskan pada saat Press Release di kantor YLBH Abu Nawas bahwa tim kuasa hukum telah memeriksa, menelaah, kasus yang ia tangani adalah murni kelalaian pihak manajemen RSUD.

“Ibu Klien kami almarhumah Bunda Suparmi terpapar covid-19 yang dirawat beberapa hari di RSUD Koesnadi, namun pada tanggal 22/2/2021 terjadi kasus memilukan yaitu dimana Bunda Suparmi bertahan hidup namun pada akhirnya beliau meninggal, karena selama 5 Jam ruang ICU Covid-19 tidak ada petugas satupun yang menjaga, yang seharusnya petugas penjaga 24 jam. ” Jelasnya.

“Saat ini lagi viral perawat dijambak keluarga pasien, kurang 24 jam sudah bertindak, kita bisa komparasikan kepada kasus tersebut, ini akan datangnya manusia dua bulan belum ada titik kejelasannya, maka kami akan melakukan upaya upaya 24 jam tidak ada kepastian hukum, maka kami akan melakukan upaya hukum dengan mengirim tembusan ke Ombusmen, Polda Jatim, Kapolri dan pihak yang terkait ”. Tambah NJH. Rabu, 21/4/2021.

Edy Firman, SH ,. MH ,. selaku tim kuasa hukum memaparkan dalam pandangan yuridis perkara yang ia bersama tim tangani ini dan akan bekerja secara profesional karena sudah menjadi nyawa manusia.

“Kasus Almarhumah Bunda Suparmi diatur diatur dlm Pasal 190 UU No.36 tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 55 KUHP dapat diterapkan dan seharusnya penyidik ​​Polres Bondowoso sudah seharusnya menerapkan pasal 184 KUHAP dan pasal 1 angka 14 KUHAP tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut sebagai tindak pidana. ” Paparnya.

“Sesuai putusan MK No.21 / puu-XII / 2014 tgl 28 april 2015 bukti permulaan adalah minimal dua alat bukti sebagai mana pasal 184 KUHAP dan diberlakukan sebagai calon tersangka serta penyidik ​​keyakinan yang obyektif jo. Pasal 66 ayat (1), (2) Peraturan Kapolri No.12 tahun 2009 tentang pengawasan dan pengendalian penanganan perkara pidana dilingkungan Kepolisian Negara RI dengan melakukan gelar perkara. ” Tambah Edy Firman, SH., MH.,

“CCTV (Closed Circuit Television) sebagai alat bukti yang sah pada pasal 5 ayat (1), (2), pasal 1 butir 1 dan 4, pasal 44 UU ITE No. 11 tahun 2008 jo putusan MK No.20 / puu- XIV / 2016 jo. Pasal 26 UU No. 20 tahun 2001 tentang perubahan kedua atas UU no. 31 tahun 1999 tentang tipikor. ” Tutup Edy Firman Tim Advokat yang juga berprofesi sebagai Dosen fakultas hukum.

Kuasa Hukum RSUD dr. Koesnadi Gigih Bijaksopranoto, SH saat di konfirmasi oleh Tim AJIB melalui WhatsApp membahasakan. “Saya hanya bisa sampaikan bahwa dalam perkara ini sudah sepuluh orang saksi yang dimintai keterangan pihak kepolisian sudah bekerja keras dan sangat berhati-hati dalam perkara ini sangat terbuka dan sangat transparan karena salah-salah bisa berdampak sangat luas disisi lain RSUD dr. H. Koesnadi adalah sebagai penyumbang PAD terbesar di Bondowoso, jadi itu saja mas Terimakasih ya. ” Jelasnya kepada TIM AJIB Kamis, 22/4/2021.

The Press Realize tersebut awak media yang ditunjukkan bukti CCTV detik-detik petugas keluar ruangan, kembali keruangan dan usaha pasien meminta pertolongan dengan bahasa tubuh yang disarankan oleh petugas, serta disaat berjuang memperbaiki masker yang diduga bocor.

Masyarakat Indonesia, Bondowoso khususnya bisa mengunjungi website ‘Justice For Suparmi’, penjelasan secara detail terkait kasus Almarhummah bunda Suparmi lengkap didalamnya.

Selain itu, bisa memberi dukungan petisi untuk langkah hukum kasus Almarhummah Bunda Suparmi KLIK: https://www.justiceforsuparmi.com/ (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: