KADES SUSILO HADI SUMBERSUKO PURWOSARI DI DUGA MEMPERKAYA DIRI ,LAHIRKAN BIBIT PROYEK SILUMAN

PASURUAN, MN CAKRAWALA- Proyek siluman tanpa papan informasi mendadak gentayangan di desa sumbersuko kecamatan purwosari kabupaten pasuruan. Pengerjaan proyek yang tidak jelas seperti gambar di atas entah tembok pembatas tanah (TPT) atau plengsengan ini menggunakan anggaran Negara, namun terwujud. And in pas ada didepan kantor balaidesa Dan bermotif memperkaya diri.

“Dengan ketiadaan papan informasi proyek, akibatnya masyarakat tidak melihat pagu, volume bangunan,” kata salah satu anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang enggan di sebutknan namanya.

Menurutnya, saat ini masyarakat beralibi dan bertanya perihal bangunan ini, karena jika diperhatikan pembangunannya membutuhkan dana yang relatif besar, namun tidak diketahui sumber anggaran pembiayaannya. “Pastinya, bukan bangunan pribadi,” ungkapnya.

Saya juga merasa heran, karena ada pengerjaan di depan kantor balaidesa sumbersuko ini tanpa menggunakan papan transparan (plank proyek- red). Padahal, itu merupakan syarat-syarat konstruksi, diawali dari survei, perencanaan, penentuan volume, pagu hingga pengerjaan, dan lainnya.

 

“Hal ini perlu dipertanyakan karena aturan dilingkup konstruksi, apakah sudah sepakati secara Nasional, dan
apakah mungkin ada perbedaan aturan di kabupaten pasuruan. ??

Sepengetahuan kita ada peraturan tertuang di Perpres tentang bangunan, ”ungkapnya.

Sementara salah seorang staf desa sumbersuko saat ditemui wartawan, kamis (22/03/21) sekira pukul 12.21 Wib mengatakan, proyek ini, masih digarap dan blom tau selesainya yang dikerjakan sekitar yang lalu. “Didapati bangunan mulai dari ujung selatan sampai utara menggunakan pasangan batu pondasinya dari bagu bekas bangunan pama.dan pastinya tidak ada pembelanjaan batu pondasi, diduga campuran materialnya tidak sesuai standar bangunan contoh memakai semen yang tidah SNI dalam hal ini. Selain itu, kelihatannya bangunan tidak rapi, asal jadi pekerjaaan pekerjaan kurang profesional, ”katanya

Kepala sumbersuko yg sa’at itu dicoba temui sampai di hubungi melalui seluler oleh tim media cakrawala untuk, temui di kantornya, di lokasi, untuk klarifikasi ternyata tidak berhasil.

Di desa sumbersuko saking kepinginnya dapat menjelaskan langsung dari kepala desa bpk susilo hadi saya bertanya ke Tukang, kuli di lapangan, perangkat desa, sekdes (buk carek) semua mengatakan “pak Tinggi keluar gak tau kemana” nang dinas mungkin “imbuh salah satu orang (Mus) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: