BANJIR SUSULAN LANDA KECAMATAN DRINGU HINGGA MELUAP MASUK KE PEMUKIMAN WARGA.

PROBOLINGGO, MN CAKRAWALA- Banjir susulan yang menerjang Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meluas hingga ke beberapa desa. Sehingga, jumlah warga yang dievakuasi makin bertambah pada Rabu (10/3/2021) sekira pukul 23:58 WIB.

“Kecamatan Dringu kembali diterjang banjir susulan untuk kesekian kalinya dan banjir yang membanjiri permukiman warga semakin meluas ke kecamatan lain,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Ismail.

Sebelumnya, empat desa di Kecamatan Dringu diterjang banjir karena hujan deras di wilayah hulu bagian selatan pada Senin (8/3/2021).Dan kini banjir kembali menerjang desa tersebut.

“Berdasarkan pendataan sementara, ada empat desa di Kecamatan Dringu yang tergenang banjir yakni Desa Kedungdalem, Dringu, Kalirejo, dan Tegalrejo. Banjir meluas hingga Desa Jorongan di Kecamatan Leces,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, sejumlah jalan kabupaten yang dilalui kendaraan pun tergenang banjir. Hal itu membuat sejumlah kendaraan harus memutar jalan untuk menghindari banjir.

“Petugas mengevakuasi anak-anak, ibu, dan lansia ke lokasi yang aman dari banjir di SDN Dringu 1 dan SDN Kedungdalem dengan menggunakan perahu karet yang sudah disiagakan di sisi barat dan timur Sungai Kedung Galeng,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada semua masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras mengguyur kawasan hulu Kabupaten Probolinggo.dan untuk kondisi lalu lintas di jalan sempat macet di karenakan debit air yang cukup tinggi.

Berdasarkan data, Kecamatan Dringu telah empat kali dilanda banjir dalam tiga pekan terakhir, yakni 27 Februari, 28 Februari, 8 Maret, dan 10 Maret.

Banjir tersebut disebabkan tingginya curah hujan di daerah dataran tinggi seperti Bantaran, Kuripan hingga Bromo dan jebolnya tanah penahan atau tanggul di empat titik. Sehingga potensi banjir yang lebih besar bisa terjadi jika kiriman air dengan volume besar terjadi lagi.

Alkhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kebanjiran tersebut kata Buchori selaku kepala desa Dringu hanya kerusakan material seperti rumah kasur dan perabotan dan sebagainya.adapun kepala keluarga yang terdampak langsung di perkirakan ada 2641 jiwa.
(Yah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: