Penjemputan Calon Penganten Di Bangun Sari Lampura Berlangsung Dramatis,

  • Whatsapp

Lampung Utara, MN Cakrawala- Kejadian penjemputan calon pengantin di Desa Bangun Sari, berlangsung dramatis. Pasalnya, keluarga calon mempelai Pria menyayangkan tindakan pihak keluarga sang gadis, karena sebelum nya sudah menyelesaikan penyelesaian secara Adat, Rabu (17/02/2021).

Kejadian bermula saat seorang Pria berinisial Pebri, Escrow seorang Wanita bernama Fitria Wulandari Binti Seprizal, beberapa hari yang lalu namun karena cara yang kurang tepat dan bertentangan dengan aturan negara.

Read More

Keluarga, dari pihak gadis melaporkan kejadian tersebut pada Polres Lampung Utara, dengan tuduhan kasus penculikan.

“Sehingga buntutnya, hari ini atas permintaan keluarga sang gadis, anggota Polres Lampung Utara bergerak melakukan penjemputan,” katanya.

Meski di lapangan sempat terjadi di insiden yang kurang menyenangkan, sehingga sang gadis di bawa ke Polres setempat, untuk dimintai keterangan.

Dari kejadian tersebut, ayah dari Pria Mat Amin, Sangat menyayangkan tindakan keluarga Fitria, yang tidak mengindahkan aturan adat.

Karena, sekitar tiga hari yang lalau Tua Kampung Kampung Surakarta telah, melakukan negosiasi secara Adat dan hasilnya keluarga sang wanita telah menerima Salah dan peninggalan 35 (Tiga puluh lima juta), bahkan keluarga sang gadis meminta permintaan hari ini rabu (17/02 / 2021) untuk melakukan ngattak perdamaian sebagai rangkaian adat istiadat Lampung, ujar Mat amin.

“Bahwa sang gadis telah melaksanakan larian dan keluarga sdh berdamai, namun sebelum keluarga melaksanakan ngattak salah,” tegasnya.

Tiba – tiba dari Polres telah sampai di kediaman sang Pria, dengan maksud membawa Fitria ke Polres Lampura untuk di mintai keterangan, imbuh Mat Amin.

Dilain pihak, beberapa Tokoh-Tokoh Kampung setempat, menyayangkan cara penjemputan yang sangat berlebihan. Sehingga mengundang reaksi masyarakat untuk berkerumun karena mendengar suara tembakan yang seolah olah ada penangkap teroris, papar Mat amin.

Kejadian ini pula, membuat ketua DPRD Kabupaten Lampung Utara Romli. Turun ke kejadian kejadian yaitu Desa Bangun Sari untuk meredam reaksi massa, menurut Romli, semua permasalahan kita serahkan pada pihak Polres Lampung Utara, agar tidak terjadi miskomunikasi, setelah ketua DPRD Lampung Utara bertolak ke Kotabumi, masa pun mulai membubarkan diri. (Ken)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *