NAAS MOBIL TRUK BERMUATAN BATU MASUK KOLAM BEKAS TAMBANG

  • Whatsapp

Jember, MN Cakrawala – Sopir Truk penambang batu ilegal di Dusun Gayasan B Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah, yang berinisial S(52) nahas, sopir tersebut tewas setelah truk bermuatan batu masuk kolam bekas tambang sedalam 6 Meter. Sabtu pagi (06/02/2021).

Sopir truk tersebut yang berinisial S (52), adalah warga Dusun Babatan Desa Jenggawah, Kec Jengawah, Jember.

Read More

Menurut keterangan warga Dusun Gayasan B, yang enggan di sebut namanya, tiga hari yang lalu ada kejadian truk bermuatan batu yang masuk kolam di area tambang. Bos tambang namanya Dur, warga Dusun Curah Buntu Desa Jenggawah.’ Ungkapnya waktu di lokasi tambang batu ilegal, Selasa (09/02/2021).

Lanjut warga tersebut, kalau tambang batu ilegal sudah 2 tahun beroperasi. “Kalau dulu penambang memakai kendaraan berat, kalau sekarang secara manual.” Katanya.

“Korban tersebut sempat dibawa ke Puskesmas terdekat namun nahas nyawanya tidak bisa tertolong. Waktu itu setelah kejadian saya juga melihat ada pihak kepolisian dan TNI di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tambah Warga, kemungkinan korban terlalu dekat dengan bibir kolam, sehingga tergelincir bersama truknya, mengingat waktu kejadian air kolam waktu itu sangat penuh. “Untuk mengangkat truk tersebut dari dasar kolam ke daratan, warga menggunakan 2 unit traktor tebu,” tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan dari seorang ibu Kusmiyati, warga Dusun Gayasan B Desa Jenggawah Rt/Rw 01/07, bos tambang ilegal tempat kejadian sopir truk meninggal dunia adalah Dur, warga Curahbuntu.

“Hampir 2 jam warga menyelam untuk menyelamatkan korban agar keluar dari truk yang nahas”, paska kejadian sopir truk meninggal, tambang batu langsung ditutup.

Kusmiyati juga mengatakan jika dalam kolam bekas tambang cukup dalam, sekitar 6 Meter. “Dulu pernah ada 2 anak di daerah sini yang hampir tenggelam, untungnya anak tersebut terselamatkan.” Ungkapnya.

Menurut Kepala Desa (Kades) Jenggawah, Supardi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya oleh awak media mengatakan, di saat kejadian kecelakaan truk masuk kolam bekas tambang saya tidak ada di lokasi. “Sepertinya ada tersangka dalam kasus kematian S, yakni Dur.” Katanya.

Lanjut Supardi, Tambang sudah lama beroperasi sejak saya sebelum menjabat jadi Kades. Saya pernah menegur terkait masalah jalan, namun mau saya tutup khawatir warga marah.

“Yang bertanggung jawab penuh atas kejadian sopir truk meninggal adalah penambang. Penambang tidak pernah memberi pemasukan ke kas desa.” Ucapnya.

Sementara Abdurrozak alias Dur, warga Dusun Curahbuntu RT 9 RW 10 saat akan dikonfirmasi terkait tambang batu ilegal sedang tidak ada di tempat. “Saya istri Dur, dan suami saya sedang keluar rumah.” Ungkap, Muawanah (45), selaku istri Abdurrozak, waktu di kediamannya, Selasa (09/02/2021).

Menurut keterangan Muawanah istri dari Abdurrozak selaku Bos Tambang batu ilegal, mengatakan, ketika awak media menanyakan apakah Dur bos tambang batu ilegal.

“Iya” Bapak sudah bekerja tambang sekitar 4 tahunan, tapi sekarang pekerjaannya secara manual alias menggunakan tenaga manusia, “dalam satu tahun terakhir Bapak Dus bekerja secara manual.” Tutupnya. (Team) Share this page to Telegram

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *