KISAH PERJALANAN HIDUP SARI BANYUWANGI YANG MEMILUKAN

BANYUWANGI, MN CAKRAWALA- Sariyanti wanita kelahiran Tegaldlimo Banyuwangi terlahir dari keluarga sederhana.
Kehidupannya berawal dari permasalahan penuh permasalahan hingga harus pindah ke Bangorejo.
Problema Bapak dan Ibunya memuncak hingga harus boyong kepulau Dewata Bali, Sary kecil harus hidup bersama dengan Bukdenya di Banyuwangi.
Hingga keluarga Sary bercerai dan tidak tau rimbanya.

Sary hidup bersama Bukdenya,dengan kesederhanaannya,dari mencari rumput untuk pakan sapi,memanjat kelapa,itu dilakukan disaat pulang dari sekolah.

Disaat libur panjang sekolah,menjadi buruh tani,mencari pasir untuk di jual.
Bila malam ikut Pakde menjaring ikan dipantai Purwosari kadang hingga ke pantai Lampon. Bahkan mencari kayu bakar di hutan-hutan buat di jual,demi sesuap nasi,tuturnya sambil meneteskan airmata.

Sary hidup dengan Bukdenya kerja berat yang dialami,seperti bila tidak bangun pagi akan disiram air. Bahkan kenekatan Sary ingin pergi ke Ibukota diusia 10 tahun.
Sary berpengalaman hampir semua kota di Indonesia pernah didatangi bahkan pernah bekerja menjadi kernet truck,menjadi kuli Panggul dan sebagainya.
Yang saya ingat saya pernah dikota Surabaya,Bali,Nusa Penida,Lombok,Malang,Solo,Jogjakarta,Kalimantan Timur,Sumatera,Kediri,Madura,Medan dan Batam.

Perjalanan kehidupan Sary pun berubah,semenjak bertemu ibunya selama 7 tahun terpisah.
Dan kembali berkumpul dengan Ibu dan Kakaknya yang juga ikut orang,membangun keluarga kecil yang lama terpisah.

Kini Sary yang penuh ujian dalam kehidupan masa lalu, kini berubah kehidupannya, mulai usaha kuliner hingga bisnis besar keuangan digeluti hingga sekarang, Sariyanti sosok wanita bertatto tapi hatinya baik dan dikenal ramah dimata lingkungannya.
Tidak tega melihat sesamanya hidup dalam kesulitan tak segan-segan membantu.
Demikianlah sekelumit kisah Sary wanita betatto asal Banyuwangi yang Dermawan. (Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: